Hasil RDP Komisi II DPR, Sirekap Digunakan Sebagai Pembanding Agar Transparan

Jakarta, kab-bojonegoro.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) kembali melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR, Bawaslu, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, serta Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri terkait pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Serentak Lanjutan 2020, Kamis (12/11/2020).

Pada kesempatan RDP kali ini, Ketua KPU RI, Arief Budiman menyampaikan penggunaan teknologi informasi dalam proses rekapitulasi (Sirekap) yang dirancang dan diperkenalkan oleh KPU RI beberapa waktu lalu. Arief menyebut bahwa penggunaan Sirekap membuat proses rekapitulasi berjalan efektif dan efisien. “Pertama, kita bisa mengurangi penggunaan kertas yang cukup banyak. Kedua, waktu yang cukup panjang bisa dipangkas,” katanya.

Namun demikian, hasil rapat bersama Komisi II DPR, Bawaslu, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, serta Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri memutuskan bahwa hasil resmi penghitungan dan rekapitulasi suara Pemilihan serentak 2020 didasari oleh berita acara dan sertifikat hasil penghitungan dan rekapitulasi manual. Sirekap hanya merupakan uji coba yang menjadi alat bantu penghitungan dan rekapitulasi serta untuk keperluan publikasi.

Secara khusus, Komisi II dan Kemendagri memberi catatan pada KPU RI terkait penggunaan Sirekap, antara lain pertama, memastikan kecakapan penyelenggara Pemilu disetiap tingkatan memahami penggunaan Sirekap. Kedua, menyusun peta jaringan internet di tiap TPS pada Provinsi, Kabupaten/Kota yang melaksanakan Pemilihan serentak 2020. Ketiga, mengoptimalkan kesiapan infrastruktur informasi dan teknologi jaringan internet setiap daerah pemilihan. Keempat, memastikan keaslian dan keamanan dokumen digital hasil Sirekap agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. (mit/pin)

0 Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register