KPU Atur Metode Kampanye Sesuaikan Protokol Kesehatan

 

 

Jakarta, kab-bojonegoro.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengatur metode kampanye yang diperbolehkan pada Pemilihan serentak di masa pandemi, Senin (22/06/2020).

KPU RI telah menyampaikan draf PKPU tentang Pemilihan Serentak di tengah pandemi Covid-19 dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPR dan dihadiri Bawaslu serta Kemendagri.

Ketua KPU RI, Arief Budiman, menyebutkan beberapa metode kampanye yang tidak boleh dilakukan karena melibatkan massa antara lain kegiatan sosial kebudayaan berupa pentas seni, olahraga, dan panen raya. Kendati demikian, masih ada kelonggaran bagi pasangan calon, parpol, dan tim suksesnya untuk menggelar konser. “Konser musik masih diperbolehkan asal dalam format daring,” katanya.

Kemudian Arief Budiman menyampaikan bahwa metode yang masih diperbolehkan antara lain pertemuan terbatas, dialog, rapat umum, debat publik antar pasangan calon, penyebaran bahan kampanye pada masyarakat, pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK), iklan di media massa serta media sosial.

KPU memastikan metode kampanye tersebut  sesuai dengan protokol kesehatan. Misalnya, pertemuan terbatas dilakukan dalam ruangan tertutup dengan peserta kampanye maksimum 40 persen dari kapasitas ruangan. Pertemuan terbatas itupun diupayakan digelar secara virtual seperti halnya video conference.

Debat publik hanya boleh dihadiri calon kepala daerah, anggota tim kampanye dalam jumlah terbatas, dan jajaran KPU daerah setempat. “Tidak ada penonton atau pendukung yang dihadirkan dalam acara tersebut,” tegas Arief Budiman.

Sedangkan penyebaran bahan kampanye pada masyarakat harus memperhatikan protokol kesehatan dan tidak boleh menimbulkan kerumunan. (mit/rin)

0 Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register