Konsekuensi Pelaksanaan Pemilihan Serentak 2020 di Tengah Pandemi

Bojonegoro, kab-bojonegoro.kpu.go.id – Divisi Sosdiklih Parmas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro bersama KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur mengikuti rakor virtual bertema Membangun Optimisme Melaksanakan Pemilihan Serentak 2020 di Tengah Pandemi, Selasa (02/06/2020).

Rakor virtual yang dimotori Komisioner Sosdiklih Parmas KPU Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro ini membahas konsekuensi dilanjutkannya tahapan Pemilihan serentak 2020 ditengah pandemi. Seperti diketahui, Rapat Dengar Pendapat antara Mendagri, DPR, KPU dan Bawaslu tanggal 27 Mei 2020 menghasilkan kesepakatan Pemilihan serentak yang akan diselenggarakan 9 Desember 2020. Dengan demikian, KPU segera mempersiapkan payung hukum terkait pelaksanaan tahapan dan berkoordinasi dengan satker pelaksana Pemilihan.

“Dilanjutkannya tahapan Pemilihan di tengah pandemi tentu mendatangkan konsekuensi, salah satunya target partisipasi masyarakat sangat mungkin akan turun,” tutur Gogot.

Hal ini membawa konsekuensi bagi Divisi Parmas karena pertemuan tatap muka menjadi lebih sulit atau bahkan tidak bisa dilakukan, sementara tidak semua segmen pemilih bisa dirangkul dengan pendekatan online. Selain itu, kampanye paslon dalam bentuk rapat umum maupun kegiatan sosial jelas tidak memungkinkan dilakukan pada masa pandemi. Hal ini bisa berpotensi mengurangi animo pemilih untuk hadir di TPS. Dengan demikian, diperlukan inovasi bentuk-bentuk sosialisasi dan pendidikan pemilih yang tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Di sisi lain, Divisi Sosdiklih Parmas KPU Kabupaten Bojonegoro, Mustofirin, mencatat hal positif dilaksanakannya Pemilihan di tengah pandemi. “KPU bisa menjadi media yang turut mengkampanyekan protokol kesehatan,” katanya. (mit/rin)

0 Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register