Sekilas Tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu

Bojonegoro, kab-bojonegoro.kpu.go.id –  Divisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro, Robby Adi Perwira, memberi materi kode etik penyelenggara Pemilu dalam diskusi bersama mahasiswi Universitas Bojonegoro (Unigoro), Kamis (06/02/2020),

Dalam sesi terakhir rangkaian diskusi bersama mahasiswi Unigoro, KPU Bojonegoro menghadirkan Komisioner Divisi Hukum, Robby Adi Perwira, untuk mengisi materi kode etik penyelenggara Pemilu. Di ruang Media Center, tepat pukul 10.00 WIB, diskusi dimulai.

Robby mengungkapkan bahwa kode etik merupakan landasan moral filosofis yang menjadi pedoman bagi penyelenggara Pemilu berupa kewajiban, larangan, maupun kepatutan dalam seluruh tindakan dan ucapan.

Lebih lanjut, Robby menjelaskan kewajiban penyelenggara Pemilu antara lain mencegah penyalahgunaan wewenang jabatan secara langsung maupun tidak langsung. “Termasuk menolak pemberian uang atau gratifikasi dari peserta Pemilu,” katanya. 

Sedangkan dalam melaksanakan asas mandiri dan adil, penyelenggara berkewajiban bertindak netral, memperlakukan peserta Pemilu secara sama, dan tidak berafiliasi dengan partai manapun. 

“Bisa jadi, awal dari pelanggaran kode etik adalah kepentingan, maka seyogyanya penyelenggara Pemilu harus bebas dari berbagai kepentingan,” pungkasnya. (mit/rin)

0 Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register