KPU Buat Terobosan Penggunaan Teknologi dalam Pemilu

Jakarta, kab-bojonegoro.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) mengakui penggunaan Teknologi Informasi (TI) penting diaplikasikan dalam Pemilu, demi terwujudnya prinsip transparansi. Hal ini diungkapkan Ketua KPU RI dalam acara Refleksi Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020, Rabu (22/01/2020).

Mengawali pemaparannya, Ketua KPU RI, Arief Budiman, menyampaikan hasil penyelenggaraan Pemilu 2019 dan persiapan apa saja yang tengah dilakukan KPU untuk menyongsong Pilkada serentak 2020. Dikatakan oleh Arief Budiman, bahwa capaian partisipasi sebesar 81,93 persen merupakan prestasi dalam sejarah penyelenggaraan Pemilu. “Ini menjadi yang tertinggi sejak Pemilu tahun 2009,” katanya.

Dalam acara Refleksi Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Serentak 2020 yang digelar di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat ini, Arief Budiman juga menyampaikan evolusi TI dalam tahapan Pemilu. Dimulai pada Pemilu 2004, dimana TI diaplikasikan dalam proses rekapitulasi hasil Pemilu. Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) memasukkan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan, lalu dikirimkan langsung ke tingkat Pusat via email.

Pada Pemilu 2009, TI masih diaplikasikan dalam tahap rekapitulasi hasil Pemilu, dimana formulir C1 di pindai, kemudian dikirim ke tingkat pusat agar bisa ditampilkan dalam tabulasi hasil Pemilu nasional.

Sedangkan pada Pemilu 2014, KPU menerapkan TI di setiap tahapan Pemilu, mulai dari pendataan pemilih dengan aplikasi Sidalih, hingga proses rekapitulasi hasil pemungutan suara melalui aplikasi Situng.

Penerapan TI makin berkembang pada Pemilu 2019, dimana di setiap tahapan Pemilu sudah tersedia aplikasinya, misal Pemutakhiran Data Pemilih (Sidalih), Proses Rekapitulasi Hasil Pemilu (Situng), Proses Kandidasi (Silon), Mekanisme Pendapilan (Sidapil), Pengadaan Barang dan Jasa melalui sistem LPSE, Jaringan Dokumentasi Pemilu (JDIH), serta Rekapitulasi secara elektronik (SIREKAP).

Arief Budiman mengungkapkan pentingnya penerapan TI dalam penyelenggaraan Pemilu. “TI ini sangat penting sebagai upaya mewujudkan transparansi dalam Pemilu. Karena itulah, KPU membuat terobosan penggunaan TI,” ungkapnya.

Acara ini dihadiri Kementerian Dalam Negeri, Bawaslu RI, DKPP, serta pemerhati kepemiluan. (mit/rin)

0 Comments

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Don't have account. Register

Lost Password

Register